Dari mana Kehidupan Berasal?
Bagaimana memutuskan penciptaan vs. evolusi
Oleh: Charles Colson
Pada tahun 1967 para astronom dikejutkan penemuan gelombang radio yang datang dari luar angkasa "Yang kami pikir pertama-tama adalah" mereka berkata, "Ini adalah ras cerdas (se)lain (manusia)" yang mencoba berkomunikasi dengan kita. Mereka memberi nama sinyal-sinyal itu "MHK," kepanjangan dari Manusia Hijau Kecil.
Tapi, hal itu berubah ketika mereka kemudian menemukan sebuah pulsar, sebuah bintang yang berotasi, yang meniru sebuah suar radio.
Bagaimana bisa para ilmuwan mengatakan bahwa sesuatu datang dari suatu sumber yang cerdas atau alami? Jika saudara memikirkannya, ini adalah pertanyaan dasar pada perdebatan mengenai Penciptaan dan Evolusi: Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa kehidupan dibentuk oleh sebab-sebab alamiah atau diciptakan oleh sebuah oknum yang cerdas?
Pikirkan sejenak tentang beberapa persamaan. Bayangkan kita sedang menempuh perjalanan sepanjang South Dakota dan melihat sebuah gunung dengan terukir wajah-wajah empat presiden. Segera saja kita mengenali pekerjaan dari sebuah agen kecerdasan. Tidak aka nada seorang pun yang salah mengira fenomena Gunung Rusmore sebagai sebuah fenomena alam.
Atau, bayangkan menemukan sebuah mata panah disamping suatu sungai kecil. Tidak seorangpun akan menghubungkan bentuk itu dengan erosi karena air.
Kemampuan untuk membedakan pekerjaan manusiawi ini dari pekerjaan yang dilakukan oleh alam sangat krusial dalam arkeologi. Menggali sepanjang debu-debu di Mesopotamia, para arkeolog telah memutuskan bilamana mereka menemukan sepotong batu ataupun sekeping pecahan keramik.
Benarlah bahwa alam dapat menciptakan pola-pola yang tetap--seperti ombak pada pantai. Atau gelombang-gelombang radio yang membodohi para stronom sehingga mereka berpikir bahwa mereka telah menemukan Manusia Hijau Kecil. Namun, apa yang tidak dapat diciptakan oleh alam adalah kerumitan.
Bayangkan kita sedang berjalan-jalan sepanjang pantai dan terlihat tulisan di pasir "John sayang Mary." Segera saja kita mengenali level yang berbeda dari keteraturan ombak disekitarnya.
Atau bayangkan kita sedang menatap angkasa dan kita melihat sesuatu yang seperti benang halus dan putih seperti awan tapi terbaca kata-kata "Minumlah Coca-Cola." Tanpa keraguan sedikitpun kita bisa menyimpulkan bahwa itu bukanlah awan yang biasa, dan kita mulai melihat sekitar untuk mencari pilot pesawat yang sedang melakukan Sky Writing.
Saudara lihat, pengalaman kita sehari-hari memberi kita sebuah ide bagus bahwa benda-benda alam mampu menciptakan sesuatu sendiri.
Jadi, apa yang kita dapat mengenai asal mula kehidupan?
Tingkat inti kehidupan adalah molekul DNA. Para ahli genetika mengatakan bahwa struktur dari DNA itu seperti sebuah bahasa. DNA berlaku seperti sebuah kode--sebuah sistem komunikasi molecular dalam sel.
Dengan kata lain, ketika para ahli genetika menyelidiki nucleus dari sel yang mereka selidiki, adalah sesuatu yang analogis dengan "John sayang Mary" atau "Minumlah Coca-cola".
Tentu saja, DNA mengandung lebih banyak informasi dari frasa sederhana tersebut. Secara umum, DNA pada cel mamalia mempunyai informasi yang jauh lebih banyak daripada ribuan buku.
Jadi, jika "John sayang Mary" harus ditulis oleh makhluk yang cerdas, bagaimana dengan kode DNA?
Saudara tidak harus memiliki pengetahuan yang luas dalam ilmu kimia dan genetika untuk menhadapi tantangan dari evolusi. Berdasarkan pengalaman yang umum--dan, secara keseluruhan, sains didukung sebagai dasar pengalaman--saudara dapat membantah secara logis bahwa hidup diciptakan oleh agen yang cerdas.
Untuk mengetahui informasi lebih jauh mengenai penciptaan vs. evolusi, silahkan lihat artikel lain dalam bagian ini: Keberadaan Tuhan.
**Kami menyadari bagaimana majunya teknologi, membuat mungkin bagi chip-chip computer untuk menjadi semakin ringkas dengan kemampuan menyimpan informasi yang semakin besar, namun dengan bentuk yang semakin kecil dan semakin kecil lagi. Namun, kita bahkan belumlah mendekati pencocokan informasi pada DNA. (Ada) Di sini adalah kapasitas informasi yang memadai dalam sebuah sel tubuh manusia untuk menyimpan Encyclopaedia Britannica, seluruhnya 30 volume, tiga atau empat kali lebih besar," menurut Richard Dawkins dari Universitas Oxford. Dan, walaupun kita dibuat takjub dengan peningkatan keringkasan dari computer pribadi, "kepadatan penyimpanan informasi dari DNA, yang paling berperan adalah kumparan nukleosom, yang trilyunan kali lebih canggih daripada chip-chip computer. (Dr. William A. Dembski) Kuantitas yang minim, kepadatan, dan pentingnya informasi DNA untuk semua sel manusia, hewan, dan tumbuhan...semua memberi alas an untuk takjub dan sadar dari rancangan yang disengaja dari semua itu.
Breakpoint, 9-6-99, Copyright © 1999; Prison Fellowship Ministries.
Kirim artikel ini
Bagaimana memulai sebuah hubungan dengan Tuhan
|