Mungkinkah Allah Menerima Orang berdosa seperti Saya?

Saya orang berdosa dan tidak berguna, mungkinkah Allah menerima dan mengampuni saya? Kalau mengingat apa yang telah saya lakukan pada masa lampau, saya merasa malu pada diri saya sendiri, apalagi pada Tuhan. Saya sekarang berumur 35 tahun, saya minggu lalu bertemu seseorang yang memberitakan Injil kepada saya. Ia mengatakan bahwa, Yesus datang untuk mencari orang yang sesat atau terhilang. Tetapi saya masih ragu, apakah benar Yesus mau menerima saya yang penuh dengan dosa.

Sejak kecil saya hidup hanya dengan seorang ibu, saya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Ketika saya mulai remaja, saya mengalami pengalaman-pengalaman pelecehan seksual dari para lelaki yang menjadi teman dekat ibu saya. Akhirnya saya tumbuh menjadi seorang gadis. Kekosongan hati dan kerinduan akan kasih sayang seorang ayah membuat saya jatuh dari pelukan satu teman pria ke teman pria yang lainnya. Saya tidak bisa membedakan antara kasih sayang dan hubungan seksual. Saya hidup bebas, saya melakukan hubungan seksual setiap kali menjalin hubungan dekat dengan seorang pria. Tiap menjalin hubungan tidak pernah bertahan lama, saya berganti-ganti pasangan. Dua kali saya melakukan aborsi. Hidup saya makin hampa. Hubungan saya dengan ibu saya juga kurang baik. Ketika saya merasa tertekan, pelarian saya pada alkohol dan rokok.

Orang melihat dari luar mungkin saya baik-baik saja. Bekerja, punya rumah dan kendaraan. Tetapi sebenarnya hidup saya hancur. Di dalam saya menangis, sering malam tidak bisa tidur. Pada keadaan seperti itulah, saya bertemu seseorang di sebuah café. Teman wanita ini memperkenalkan diri sebagai orang yang tinggal di satu kompleks perumahan yang sama dengan saya. Tiba-tiba ia bertanya, “Sudahkah saudara mendengar tentang rahasia kebahagiaan hidup dan keselamatan jiwa.?” Sambil mengeluarkan sebuah buku kecil berwarna kuning. Tentu saja hal itu sangat menerik perhatian saya yang memang merindukan kebahagiaan sejati. Ternyata kunci kebahagiaan itu ialah dengan mengenal dan menerima kasih dan pengampunan Allah di dalam Yesus Kristus. Dalam hati, saya katakan, “saya mau! Saya mau diampuni dan diterima oleh Allah. Lalu dia mengajak saya menerima Yesus dengan mengucapkan doa untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan saya. Saya berdoa, tetapi hati saya ragu, apa benar ya? Saya sulit percaya bahwa Tuhan mau menerima saya yang sudah rusak dan hancur ini.

Teman saya mengatakan, “jangan bergantung pada perasaanmu, bergantunglah pada janji Allah dalam Firman-Nya. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Firman-Nya mengatakan, “walaupun dosamu merah seperti kermisi akan diputihkan seperti salju.” Allah juga berkata, “Jika kita mengaku dosa dan bertobat, maka Allah yang setia dan adil akan mengampuni dosamu dan menyucikan kamu dari segala kejahatanmu”.

Akhirnya saya memperoleh kedamaian hati, memahami bahwa Allah memang datang untuk mencari orang berdosa seperti saya, yang mau berbalik dan menerima Dia.

 Saya ada pertanyaan...
 Bagaimana memulai sebuah hubungan dengan Tuhan
BAGIKAN ARTIKEL INI:  

TOP