Jika Manusia Menyembah "allah yang salah", Mengapa Tuhan tidak dapat Mengampuni Mereka yang Tersesat?

T:  "Mengapa Allah tidak dapat memahami agama lain dan mengampuni mereka yang tersesat?"

J kita:  Ini adalah suatu pertanyaan yang besar. Jika Allah mengampuni dosa manusia, mengapa Dia tidak mengampuni "dosa" mereka yang menyangkal imannya? Mengapa orang yang baik hati yang melakukan kesalahan agama tidak akan menerima kekekalan bersama Tuhan?

Satu hal yang dapat saya katakan kepada saudara adalah bahwa Tuhan tidak berubah dan hanya mengampuni sebagian dosa kita serta menyangkal pengampunanNya bagi yang lain. Sesungguhnya, Tuhan menginginkan semua orang mengalami pengampunan atas dosa-dosanya dan mengalami hidup yang kekal bersamaNya. Dia berkata :"Tuhan tidak pernah terlambat untuk memenuhi janjiNya seperti beberapa orang, tetapi Dia sabar atasmu, tidak menginginkan setiap orang binasa, tetapi bertobat". Allah tidak dengan mudah "mengampuni". Dia sangat kompleks dan memiliki banyak sifat lain yang tidak dapat membiarkan dosa. Dosa memiliki konsekuensinya.

Tetapi mengapa iman didalam pengampunan Kristus sangat rumit? Mengapa Tuhan tidak dapat "mengabaikan" dosa begitu saja? Ada beberapa alasan:

1) Allah adalah kudus. Dia tidak dapat mentoleransi segala macam dosa Jadi tidak hanya beberapa dari kita yang memiliki masalah tetapi setiap orang memiliki masalah karena kita telah berdosa.

2) Allah adalah adil. Allah yang adil tidak dapat melihat jalan lain ketika kita melakukan kesalahan. Jika Allah itu adil maka setiap orang harus dihukum. Dalam hal yang sama, seorang hakim yang membiarkan sebuah kejahatan tanpa hukuman adalah bukan hakim yang baik. Allah yang membiarkan kejahatan adalah Allah yang tidak adil.

3) Allah adalah murah hati.. Keadilan Tuhan tidak sepenuhnya (God's justice is not all he is). Kasih dan pengampunan Allah adalah berarti Dia ingin agar dosa manusia dihapuskan tanpa membawa penghukuman. AnugerahNya menyediakan seorang pengganti yang menanggung hukuman dosa; Dialah Yesus.

4) Allah adalah kasih. Allah sangat mengasihi ciptaanNya, manusia, sehingga Dia mau menderita bagi hukuman dosa manusia. Dia dengan rela mengganti tempat kita, membayar semua dosa kita sehingga Dia dapat menyatakan kasih dan anugerahNya kepada kita dan menjadikan kita kudus.

Dalam pandangan saya inilah satu-satunya cara Tuhan yang adil dan penuh karunia, menguduskan dan mengasihi semua manusia pada saat yang bersamaan.

Jadi, jika seseorang percaya pada agama-agama lain, mengapa Tuhan tidak dapat menderita bagi mereka melalui Yesus? Atau setiap orang? Alasannya sangat sederhana dan menyakitkan. Yesus menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk menerima karunia pengampunan atas dosa adalah dengan percaya kepadaNya. "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku" (Yoh 14:6). Tetapi mengapa tanggapan atas iman ini sangat rumit? Mengapa kematian dan kebangkitan Yesus tidak dapat diberikan kepada semua orang yang baik hati?

Bagi saya, jawabannya adalah dengan mengerti tujuan Allah dalam menciptakan manusia ditempat pertama. Dia dapat menciptakan banyak malaikat yang secara otomatis akan mengasihiNya. Tetapi Dia menciptakan manusia serupa dengan gambarNya. Sebagian gambarNya itu adalah ketika kita membagikan kuasaNya untuk memilih. Dia berkuasa untuk menciptakan manusia dan memilih untuk mengasihinya atau tidak. Memilih untuk melakukan seperti yang Allah inginkan atau melakukan keinginan kita sendiri.

Anak saya yang paling muda memiliki sebuah boneka beruang. Ketika cakarnya ditekan boneka tersebut akan bertanya dan berhenti sejenak untuk menunggu jawaban. Boneka tersebut akan mengatakan :"apa warna kesukaanmu?" Dan setelah ada jawaban yang jelas, maka dia akan mengatakan :"itu juga warna kesukaanku". Beruang itu akan berkata secara berulang-ulang :"aku mengasihimu" dan "kamu adalah sahabatku". Ketika beruang itu meniru hal-hal yang ditemukan dalam hubungan yang nyata, sebenarnya itu bukan hubungan yang nyata. Beruang itu tidak benar-benar mengasihi. Dia hanya mengatakan apa yang ada yang sudah terekam. Dia akan mengatakan hal yang sama kepada setiap orang. Tuhan dapat membuat manusia seperti makhluk 'hard-wired' animatronic. Tetapi itu tidak menjadi sesuatu yang nyata dalam memilih kasih. Itu berarti manusia dapat memilih untuk tidak mengasihi Allah. Dan itu tidak akan terlalu menyakiti Tuhan. Pilihan itu akan membuat tindakan kita berarti. Pilihan itu mungkin tidak diperlukan tetapi memiliki konsekuensi.

Dan konsekuensinya adalah kita harus bertanggung jawab atas respon kita terhadap pengampunan yang Tuhan tawarkan dan bukti yang Dia berikan kepada kita. Roma 1:18-20 mengatakan :"Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih".

Jadi, keadilan Tuhan adalah sempurna dan tanpa alasan karena semuanya memiliki bukti-bukti keilahianNya. Manusia mengetahui dosa mereka, serta keilahian dan kuasa Tuhan. Jadi mereka tidak dapat mengikuti jalan lain dan harus mengikuti jalan yang telah Tuhan berikan. Dan jalan itu akan membawa kita kepada seorang Juruselamat yaitu Yesus. Hal ini jelas bahwa tidak semua jalan sama dan kebaikan tidak dapat membawa kita kepada jalan itu (jalan Tuhan). Kita semua terpisah dari Tuhan karena dosa-dosa kita. Satu-satunya jalan untuk menebus dosa kita adalah dengan adanya seseorang yang bersedia membayar hukuman bagi kita. Hanya Yesus, Allah yang menjadi manusia, yang dapat menggantikan dosa-dosa kita. Menolak tawaran Yesus dan mengikuti jalan lain untuk menjadi orang yang "cukup baik" adalah suatu masalah.

Terkadang jalan yang sempit kepada Tuhan sangat sulit untuk dimengerti. Saya tahu bahwa hati saya rindu untuk melihat banyak orang ada di sorga, seperti yang Tuhan rindukan juga. Alasan mengapa jalan yang kita lalui sempit adalah karena masalah dosa kita yang sangat sulit untuk dibereskan. Hanya Dia yang dapat mengganti kita dan membuka jalan kepadaNya. Yesus tidak akan memikul salib jika tidak perlu. Tetapi Dia menawarkan pengampunan yang total dan menerima kita untuk mengenalNya dan kasihNya atas kita.

 Saya ada pertanyaan...
 Bagaimana memulai sebuah hubungan dengan Tuhan
BAGIKAN ARTIKEL INI:  

TOP