Apakah Mungkin "Orang Baik" Menuju Neraka?

T:  "Bagaimana Allah dapat membiarkan orang baik menuju neraka dan orang jahat menuju sorga?"

J kita:  Kita semua mengenal orang-orang yang kita nilai yang sepertinya baik hati. Tetapi Alkitab menjelaskan bahwa orang-orang tersebut telah berdosa dan tidak memiliki standar Tuhan yang sempurna.

  • "Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa." (Pengkhotbah 7:20).

  • "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23).

Tuhan melihat setiap hati dan perbuatan manusia serta mengetahui semua perkataan dan pikiran mereka. Jadi Tuhan memiliki banyak informasi yang dapat digunakan untuk menghakimi seseorang. Dengan pengetahuan yang lengkap inilah Tuhan dapat menghakimi kita dengan benar. Alkitab mengatakan "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 Samuel 16:7).

Jadi bagaimana ini dapat mempengaruhi seluruh pertanyaan tentang sorga dan neraka? Setiap orang di tempatkan di tempat yang sama. Orang yang kita pikir baik memiliki posisi yang sama dengan orang yang kita pikir buruk karena dari cara pandang Tuhan tidak seorangpun dapat mengikuti perintahNya dengan sempurna. Setiap kita memiliki suatu kendali yang ada di dalam diri kita yang mengatakan, "Aku tidak peduli. Bagaimanapun aku sedang akan melakukannya."

Tetapi Alkitab mengatakan bahwa "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri" (Yesaya 53:6). Dalam perkara kecil dan besar, kita semua telah pergi dan meninggalkan Tuhan.

Jalan keluarnya adalah kembali pada Tuhan. Alkitab menyebutnya "pertobatan". Ketika seseorang sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan, maka tidak ada lagi dosa yang terlalu besar bagi Tuhan untuk diampuni. Allah menyediakan pengampunan melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salib. Dan Allah menawarkan pengampunanNya dan kehidupan kekal kepada setiap orang yang mau percaya kepada Yesus. Surga adalah suatu anugerah yang cuma-cuma yang ditawarkan kepada setiap orang yang meminta pengampunan Allah dan mengundang Yesus masuk kedalam hidupnya. Inilah bagaimana Alkitab menggambarkan seseorang yang kembali kepada Allah.

"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:1-9).

Melalui Alkitab Tuhan menjelaskan bahwa kita memperoleh sorga bukan karena "usaha baik" kita atau "hidup yang baik", tetapi Tuhan memberikan semuanya itu sebagai anugerahNya. Dari pada menganggap diri kita adalah orang baik, Dia meminta kita untuk mengakui bahwa kita telah berdosa kepadaNya.

Kita dapat memusatkan pada kehidupan setelah kematian, tetapi bagaimana hidup kita saat ini? Sekarang kita dapat berinteraksi dengan Tuhan dan dituntunNya, serta mengalami kehidupan yang Dia berikan bagi kita. Tidak ada hubungan di dunia ini yang seindah dan sepenting mengenal Tuhan. Jika saudara rindu mengalaminya setelah kematian, saudara harus memulainya sekarang.

(Untuk belajar bagaimana mengenal Tuhan, lihatlah Mengenal Tuhan Secara Pribadi.)

 Saya ada pertanyaan...
 Bagaimana memulai sebuah hubungan dengan Tuhan
BAGIKAN ARTIKEL INI:  

TOP