×
PENCARIAN
MahasiswaKeren.com
Tempat Aman untuk Menjelajahi
 Pertanyaan Tentang Hidup dan Tuhan
Keberadaan Tuhan

Temukan Kebaikan Tuhan

Beginilah cara Tuhan ingin memelihara Anda…

WhatsApp Share Facebook Share Twitter Share Share by Email More PDF
► Saya baru saja menerima Yesus dalam hidup saya (informasi bermanfaat dari MemulaiBersamaAllah.com menyusul)…
► Saya mungkin ingin memulai hubungan dengan Allah. Tolong jelaskan ini dengan cara yang berbeda…

Transkrip video:

Anda tidak perlu bertanya-tanya apakah Tuhan peduli kepada Anda.

Anda dapat mengalami sendiri kasih dan kebaikan-Nya. Video ini menunjukkan caranya.

Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai Pencipta segala sesuatu yang ada. “Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi…”

Dalam kebaikan-Nya, Tuhan telah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mempertahankan hidup—udara untuk bernapas, air, dan makanan.

Tuhan juga memberi kita daya imajinasi agar kita dapat menciptakan sesuatu. Apa pun yang kita hasilkan atau produksi, kita menggunakan bahan-bahan yang sudah lebih dahulu disediakan Tuhan di bumi.

Namun, siapa yang dapat menandingi kreativitas Tuhan yang begitu menakjubkan?

Lihat saja 30.000 spesies ikan yang berbeda, sistem peredaran darah dalam tubuh manusia, atau bagaimana tanaman yang sangat besar dapat tumbuh dari sebuah biji kecil.

Dalam kebaikan-Nya, Tuhan juga menciptakan keindahan.

Alih-alih menghadapi langit yang suram dengan kegelapan yang tak pernah berubah, kita dapat menikmati langit biru dengan awan yang terus bergerak serta warna-warna cerah saat matahari terbit dan terbenam.

Saat kita berjalan memasuki hutan yang tenang, jiwa kita terasa segar kembali ketika dikelilingi pepohonan dan tumbuh-tumbuhan dengan beragam ketinggian dan bentuk. Terkadang, semuanya dihiasi bunga-bunga berwarna-warni dan burung-burung liar.

Dan ketika kita tiba di sebuah sungai kecil atau danau, bukankah kita sering berhenti sejenak untuk mengagumi gerakan air, pantulannya, dan kilaunya? Sungguh indah.

Namun, bukan hanya keindahan, melainkan juga kekuatan. Ketika berdiri di tepi samudra yang luas atau di hadapan rangkaian pegunungan, kita merasa tenang karena mengetahui bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri. Kita diingatkan bahwa kita bukanlah pusat alam semesta, dan kita juga tidak perlu menjadi pusatnya.

Melalui alam, Tuhan telah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan, memberikan inspirasi bagi kreativitas kita, dan menghadirkan keindahan untuk kita nikmati. Itulah kebaikan Tuhan.

Namun, sekarang mari kita membahas hal yang lebih pribadi. Anda dapat mengenal kebaikan Tuhan dalam hidup Anda secara sangat dekat dan pribadi, dengan cara yang khusus bagi Anda.

Agama—dengan segala aturan dan ritualnya—mengatakan bahwa Anda harus tekun dan membuktikan bahwa Anda cukup baik agar dapat diterima dan dikasihi oleh Tuhan.

Itulah pesan agama, tetapi bukanlah apa yang Tuhan sampaikan kepada kita.

Tuhan meyakinkan kita bahwa kasih-Nya tidak terbatas dan tidak perlu kita usahakan atau pantas kita peroleh terlebih dahulu. “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita.”

Kasih-Nya adalah kasih tanpa syarat bagi semua orang... “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”

Dan kasih itu tidak pernah berubah. Tuhan telah berkata, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal…”

Bayangkan jika Anda dikasihi sedemikian rupa sehingga tidak ada apa pun yang Anda lakukan yang dapat mengakhiri kasih Tuhan kepada Anda. Kasih Tuhan tidak pernah pudar.

Tuhan mengetahui segala sesuatu tentang Anda. Dia mengetahui pergumulan, konflik, dan kecemasan yang Anda alami.

Dan alih-alih menuntut Anda untuk mengatasi semuanya sendiri, Yesus justru mengundang Anda, “Marilah kepada-Ku… dan Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Tuhan mengambil rupa manusia dalam diri Yesus Kristus, Anak Allah.

Karena kasih dan belas kasihan-Nya, Yesus menyembuhkan orang-orang dari berbagai penyakit dan disabilitas, serta secara ajaib menyediakan makanan bagi ribuan orang. Yesus bahkan membangkitkan beberapa orang dari kematian.

Ribuan orang mengikuti-Nya, bukan hanya karena mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, tetapi juga karena ajaran-Nya yang membebaskan orang dan menuntun mereka menuju kehidupan yang baru.

Yesus berkata bahwa Dia datang untuk memberikan kepada kita “hidup, dan hidup dalam segala kelimpahan.”

Dengan lembut, Dia dapat mengubah kebiasaan atau hal-hal yang menghambat Anda dalam hidup, yang mungkin sudah berusaha Anda ubah tetapi belum berhasil. Kecanduan. Kemarahan. Kecemasan.

Yesus berkata, “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”

Jika kita mendengarkan perkataan-Nya, Yesus berkata, “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Sering kali, dosa kita sendirilah yang memperbudak kita. Keputusan yang buruk. Kata-kata yang kita sesali karena telah kita ucapkan. Kebencian.

Tuhan mengetahui dosa kita, dan dosa itu menjadi penghalang antara kita dan Tuhan. Selain itu, Alkitab mengatakan bahwa upah dosa ialah maut.

Karena kasih-Nya kepada kita, Yesus, Anak Allah, berkata bahwa Dia akan menanggung hukuman atas dosa-dosa kita, sehingga penghalang dosa yang memisahkan kita dari-Nya dapat disingkirkan.

Yesus dipukuli, dan tubuh-Nya dipakukan pada kayu salib. Di sanalah Dia mati dengan menanggung dosa-dosa kita.

Tiga hari setelah dikuburkan, Yesus benar-benar hidup kembali, tepat seperti yang telah dikatakan-Nya.

Yesus berulang kali berkata bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya akan menerima hidup yang kekal.

Dia dapat mengampuni dosa-dosa Anda dan masuk ke dalam hidup Anda. Yesus berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum… dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

Untuk menerima pengampunan-Nya dan memiliki hubungan yang kekal dengan-Nya, semuanya dapat dimulai sekarang.

Keputusan ada di tangan Anda. Anda dapat menjalani hidup tanpa Tuhan atau menjalaninya dalam hubungan dengan-Nya.

Perlu dipahami bahwa sekalipun Anda menerima tawaran-Nya, Anda tetap akan menghadapi masalah. Anda mungkin akan mengalami kesedihan dan penderitaan. Semua itu memang bagian dari kehidupan di planet Bumi ini.

Namun, ketika Tuhan hadir dalam hidup Anda, Anda dapat berpaling kepada-Nya untuk memperoleh tuntunan, penghiburan, dan dorongan semangat. Dia tidak sekadar memberikan petunjuk kepada Anda. Dia dapat mengubah keadaan, memberikan jawaban, dan bertindak demi kebaikan Anda.

Apakah Anda ingin mengundang Yesus masuk ke dalam hidup Anda dan mulai mengenal kasih-Nya bagi Anda? Inilah undangan Yesus untuk Anda:

Yesus berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya…”

Apakah Anda ingin membuka pintu hati Anda bagi-Nya? Anda cukup meminta Dia masuk ke dalam hidup Anda. Saya akan mengucapkan sebuah doa, dan jika Anda ingin membuka hati kepada Tuhan, Anda dapat mengikuti doa ini.

Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati di kayu salib untuk menanggung dosa-dosa saya. Ampunilah dosa-dosa saya sekarang. Saya ingin Engkau hadir dalam hidup saya. Saya ingin mengenal-Mu dan mengikuti-Mu. Masuklah ke dalam hidup saya sekarang, seperti yang telah Engkau janjikan, dan mulailah menuntun saya serta menolong saya agar semakin mengenal-Mu. Amin.

Jika Anda dengan sungguh-sungguh telah mengundang Yesus masuk ke dalam hidup Anda, berarti Anda telah memulai hubungan pribadi dengan Tuhan.

Jika demikian, silakan kunjungi situs yang akan membantu Anda bertumbuh dalam hubungan baru Anda dengan Tuhan. Situs itu bernama MemulaiBersamaAllah.com. Situs tersebut akan sangat membantu Anda. Tautan ke MemulaiBersamaAllah.com tersedia di bawah video ini.

► Saya baru saja menerima Yesus dalam hidup saya (informasi bermanfaat dari MemulaiBersamaAllah.com menyusul)…
► Saya mungkin ingin memulai hubungan dengan Allah. Tolong jelaskan ini dengan cara yang berbeda…

Ayat-ayat Alkitab yang digunakan dalam video ini: (1) Kejadian 1:1 (2) 1 Yohanes 4:10 (3) Yohanes 3:16 (4) Yeremia 31:3 (5) Matius 11:28–30 (6) Yohanes 10:10 (7) Yohanes 12:46 (8) Yohanes 8:32 (9) Wahyu 3:20


BAGIKAN DENGAN YANG LAIN
WhatsApp Share Facebook Share Twitter Share Share by Email More


Facebook
Facebook